Tak perlu diragukan lagi bahwa piala dunia yang diadakan empat tahun sekali merupakan perhelatan dunia yang di tunggu-tunggu. Jauh sebelum arena bertanding, gegap gempita sudah mulai terasa. Tiap negara peserta mempersiapkan diri menghadapi ajang yang pantas di sebut pentas dunia.
Di lapangan hijau, selain sekedar menyaksikan sebelas orang menyepak bola, sesungguhnya dibalik itu strategi dan taktik dimainkan. Masing-masing tim memiliki target dan barangkali tiap pemain juga memiliki ambisi sendiri. Target tiap tim tidaklah selalu harus juara, meskipun memboyong piala adalah tujuan tertinggi. Ada yang cukup bila masuk semi final, ada yang puas di final. Semangat tersebutlah yang menjiwai tema kedua bhinneka.com dalam tahun ini.
Semangat membawa diri menuju pentas dunia.
Tahun 2003, AFTA, sudah dipelupuk mata, ambil bagian menjadi pemain dunia bukan lagi retorika. Kami menghadapinya, selain terus-menerus dengan berbenah diri dan menambah fitur-fitur sebagai bagian dari komitmen kami menjadi webstore yang lengkap. up-to-date dan bersaing, secara internal kami juga mengembangkan dan menerapkan digital office sebagai upaya meningkatkan efisiensi diback office kami.
Mahal memang harga untuk belajar, toh bukankah setiap pemain bola-pun dituntut disiplin untuk belajar penyempurnaan teknik dan melatih diri? Demikian pula kami, terus-menerus belajar dalam mempersiapkan diri menjadi pemain kelas dunia. Masih segar di ingatan kita, betapa mahal harga yang harus dibayar bangsa ini, bahkan sampai saat ini-pun kondisi kita belum lagi kondusif. Kita hanya bisa menyaksikan dengan geram dan berharap dalam diam agar para pimpinan bangsa kita yang bertikai segera sadar, bahwa harga yang dibayar sudah terlalu mahal. Sementara negara lain sudah jauh hari berbenah dan melaju.
Siapkah kita menuju pentas dunia ?